Anak Petani

-Anak Petani-
Dilahirkan dari rahim seorang petani.
Aku makan dan tumbuh dari orangtua petani.
Makanan yang aku makan sama seperti layaknya orang pada umumnya.
Ada nasi, sayuran, lauk pauk, dan kadang minum susu yang berasal dari sapi.
Kehidupan keluarga saya sederhana karena hanyalah sebagai petani.
Semangat orangtua yang ingin anaknya mengenyam pendidikan.
Tak seperti mereka yang hanya berpendidikan level bawah.
Semangat mereka untuk menyekoalahkan anaknya,
supaya anak-anaknya tidak ingin merasakan apa yang mereka rasakan.
Panasnya terik sang surya yang tak segan menyengat lembutnya kulit mereka.
Tajamnya pecahan cangkang keong yang bisa menyayat tipisnya kulit.
Ketika mereka menginjakkan kakinya ditanah pesawahan.
Hingga derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya,
Sampai menggigilpun tak ia rasakan demi anak-anaknya merasakan bangku perguruan tinggi.
Semangat mereka untuk menyekolahkan.
Tak lain, supaya anak-anaknya hidup lebih layak dan enak dari apa yang meraka rasakan saat ini.
"Karena semua itu berat, biar kami saja. Kalian tidak akan kuat" kata orang tuaku
Aku hanyalah anak seorang petani.
Yang bermimpi bisa kuliah di perguruan tinggi.
Selain untuk menambah keilmuan tak lain jua untuk membahagiakan kedua orangtua.
Doa mereka yang dipanjatkan pada Tuhan dalam tiap sholat.
Bahkan tengah malam pun mereka bangun dan berdoa untuk anak-anaknya.
Kulitnya kini tak seputih dan selembut dahulu, usianya yang kini semakin tua tak semuda dahulu.
Namun mereka tak menampakkan sedikitpun diraut wajah mereka beban hidup yang dirasakannya.
betapa beratnya menyekolahkan saya dan saudara-saudara saya sampai di perguruan tinggi.
Semoga kami bisa menjadi apa yang kalian banggakan wahai ibuku wahai bapakku.
Semoga doa kalian selalu menyertai kami anak-anakmu.
Akulah anak petani.

Komentar