Fajar di sawahku

-Fajar di sawahku-
Pagiku kuawali dengan niat
Aku bergegas beranjak ke sawah
Tekat semanggat menyumbul dalam dada
Ku hidupkan motorku kutancap meninggalkan rumah
Sepi menyelimuti desa yang masih gulita
Hanya terlihat satu dua orang keluar dari rumah
Kulihat sinar putih menyangga ufuk
Bak secercah harapan disuramnya realita
Sesampainya di sawah ku tengok kanan kiri
Tampak seorang sedang duduk di gubuk kecil sedari tadi
Tak kusangka dia bermalam menjaga di sawah
Ku sapa dia, tampak raut wajah menahan kantuk semalaman
Aku mulai meracik obat yang mau aku semprotkan
Ku takar satu persatu
Ku tambahkan air untuk mencampurnya
Ku langkahkan kaki beriringan dengan pompaan semprot
Ku arahkan satu persatu pada daun brambangku
Sesekali ku usap keringat dikening dan pelipisku
Langkah kaki yang payah sudah terasa
Tak terasa matahari sudah beranjak15 derajat diujung ufuk
Sudah selesai pula semprotanku
Aku bergegas mencuci kaki dan tanganku
Yang berlumuran lumpur
Lantas ku makan bekal sarapanku
Selamat pagi para petani desaku

Komentar