Pagi di Tanah Sawah

-Pagi di tanah sawah-
Sang surya yang masih tersipu untuk menampakkan sinarnya
Deruan suara kendaraan saling bergantian hilir mudik
Para petani dengan penuh semangat menggendong tanki semprotnya
Demi kebutuhan nutrisi polowijo nya
Embun-embun menempel diujung dedaunan yang hijau tampak transparan
Dedaunan nampak riang menyambut hangatnya sentuhan sang surya
Burung-burung berkicau sambil berdendang dengan riang
Hewan-hewan sawah sudah mulai berangsur menuju tempat tinggalnya
Udara yang sejuk masuk kedalam kerongkongan menuju paru
Ditransport memenuhi kebutuhan sel-sel tubuh
Sungguh sejuk sekali udara yang aku hirup ini
Bak minum air es disiang yang terik menyapu dahaga ditenggorokanku
Rasanya segar sekali
Pengen aku hirup lagi dan lagi
Langit yang masih terlihat putih belum nampak warna kebiruannya
Ku tujukan pandanganku lurus kedepan
Terlihat petani yang sedari tadi sudah menebar pupuk yang digendongnya
Terlihat butiran-butiran kristal terhempas menghujam tanah
Kaki yang terus maju setapak demi setapak menghantarkan makanan bagi pepadian
Biar adil maka memberinya harus rata
Agar tidak ada ketimpangan dalam pertumbuhannya
Wahai sang surya segeralah beranjak naik.

Komentar