Ku ceritakan rinduku ke-2
Hari kedua masa OSPEK dia dengan beraninya mengkritik kebijakan yang dilakukan para seniornya, dia ngomong berapi-api untuk membela para mahasiswa baru yang dilakukan penghukuman oleh para seniornya. Dalam hati saya berkata wah pemberani sekali dia. Masa selama OSPEK 3 hari pun berlalu, tapi saya belum sempat berkenal dengannya sesekali kadang bertemu dan melihatnya dikantin kampus saat jam istirahat OSPEK kemarin.
Jadwal perkuliahan sudah dimulai sudah mulai banyak tugas dan banyak kegiatan ektra mahasiswa lainnya yang aku ikuti, walaupun aku pendiam namun aku selalu ingin tahu hal-hal yang baru karena semenjak dulu belum pernahengikuti kegiatan ektra disekolahan. Selain mencari pengalaman tentu juga menambah teman dan tanpa disadari belajar memberanikan diri untuk berbicara didepan umum. Satu tahun berlangsung begitu cepatnya namun entah kenapa wajah wanita pemberani saat masa OSPEK belum juga hilang dari ingatanku padahal sudah setahun tidak berjumpa atau sekedar tegur sapa itulah konsekurnsi bagi saya yang pendiam dan tak berani untuk sekedar tanya atau mencari tahu keberadaannya dia anak fakultas mana dan sialnya lagi aku tidak tahu namanya.
Setelah setahun beradaptasi dan mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan dikampus ku beranikan diri untuk mencarinya walaupun sudah agak lama tidak ketemu atau bahkan sudah agak lupa wajahnya yang cantik itu, tapi tak apalah siapa tahu emang jodohnya entar juga ketemu juga dalam batinku aku bergumam.
Jadwal perkuliahan sudah dimulai sudah mulai banyak tugas dan banyak kegiatan ektra mahasiswa lainnya yang aku ikuti, walaupun aku pendiam namun aku selalu ingin tahu hal-hal yang baru karena semenjak dulu belum pernahengikuti kegiatan ektra disekolahan. Selain mencari pengalaman tentu juga menambah teman dan tanpa disadari belajar memberanikan diri untuk berbicara didepan umum. Satu tahun berlangsung begitu cepatnya namun entah kenapa wajah wanita pemberani saat masa OSPEK belum juga hilang dari ingatanku padahal sudah setahun tidak berjumpa atau sekedar tegur sapa itulah konsekurnsi bagi saya yang pendiam dan tak berani untuk sekedar tanya atau mencari tahu keberadaannya dia anak fakultas mana dan sialnya lagi aku tidak tahu namanya.
Setelah setahun beradaptasi dan mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan dikampus ku beranikan diri untuk mencarinya walaupun sudah agak lama tidak ketemu atau bahkan sudah agak lupa wajahnya yang cantik itu, tapi tak apalah siapa tahu emang jodohnya entar juga ketemu juga dalam batinku aku bergumam.
Komentar
Posting Komentar